Pendidikan dan Manajemen Pertanian

KELOMPOK TANI “ COMERA BERSATU ”

JORONG KOTO MARAPAK

KAN. LAMBAH KEC. AMPEK ANGKEK KAB. AGAM SUMATERA BARAT

Email comera_bersatu@yahoo.co.id

—————————————————————————–

PENDIDIKAN DAN MANAJEMEN

PERTANIAN

Pertanian merupakan basis yang mayaritas di Indonesia lebih 65% penduduk Indonesia hidup dengan pertanian sebagai negara agraris kehidupan petani kalangan bawah selalu terabaikan dan dimarginalkan dari segala sektor pembangunan di Indonesia. Dari 27% penduduk miskin di sumatra barat 65% adalah yang bermata pencaharian sebagai petani, jadi lebih dari separuhnya dari masyarakat miskin di Sumatara barat adalah petani. Ditengok pengangguran yang ada di Sumatra barat 52.8% berasal dari petani, Kalau dilihat lagi lahan yang dimiliki petani hanya 0,4 hektar rata-rata yang dipunyai perpetani, jadi sangatlah sempit lahan yang digarap oleh petani, apalagi sekarang dinegri ini ekonomi masyarakatnya sedang terpuruk dan sangatlah sulit bagi petani untuk bangkit dalan meningkatkan taraf hidupnya. Belum lagi dihadapkan pada sarana produksi yang harganya selalu melonjak naik yang menambah besarnya modal usaha yang dikelola oleh petani belum lagi dihadapkan pada masalah bencana alam yang sering melanda negeri ini sehingga hasil pertanian banyak yang rusak, belum lagi masalah kebutuhan yang menyangkut soal pertanian seperti bibit, pupuk, pestisida dan sarana pendukung hasil pertanian dan lainnya, tambah lagi sedikitnya imformasi tentang teknologi pertanian yang sampai pada petani yang berdampak juga menambah sulit bagi petani untuk bangkit dari kesulitan ekonomi, belum lagi naiknya kebutuhan sehari-hari. Di segi pemasaran hasil pertanian, petani selalu dirugikan dalam pemasaran karena anjloknya harga produksi petani sewaktu panen.

Sekian banyaknya masalah-masalah yang dihadapi petani perlu kita mentelaah lebih jauh kenapa masalah tersebut selalu melilit petani seperti kekurangan modal usaha, susah memperoleh bibit, melejitnya harga pupuk dan pestisida, pemasaran dan lain-lainnya, ada yang lebih mendasar di bahas yaitu tentang pengetahuan petani. Sejak jaman orde baru petani kita telah diajarkan untuk mengembangkan pertaniannya secara instan berupa pemakai pupuk kimia dan pestisida yang sangat bertentangan dengan pertanian organik sedang sekarang pemerintah tak sanggup untuk melarang dalam pemakaian bahan-bahan kimia yang jelas berdampak negatif pada unsur-unsur hara yang terkandung dalam tanah yang membuat lahan pertanian kurus yang menimbul efek negatif pada tanaman yang banyak menimbulkan penyakit pada tanaman petani.

Dari hal-hal tersebut diatas untuk mengobah pola pikir dan karakter kehidupan dalam masyarakat tani sangat perlu sekali di masukan unsur pendidikan supaya petani lebih mempunyai solusi untuk menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi dan mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang menyokong usaha yang akan dilaksanakan petani itu sendiri. Mental para petani tak berani bersaing yang menjadikan mereka sulit untuk maju karena takut untuk mencoba hal-hal yang baru, dan kurang mampunya petani kita untuk menciptakan hal-hal yang lain hanya terpaku pada pengalaman yang telah ada sejak turun temurun. Jadi untuk menciptakan mental petani yang punya daya saing perlu sekali mereka untuk dipandu atau dilatih untuk menemukan pengalam baru dari pengalaman lama yang kurang mendukung kesejahteraan yang mereka inginkan.

Jadi diharapkan sangat petani terlebih dahulu untuk mengenal lebih jauh siapa diri mereka sebenarnya sebelum mengenal lingkungan dan orang lain, untuk menemukan pengalaman baru petani harus punya komitmen dalam meningkatkan usaha yang telah direncanakan, dalam membuat perencanaan yang sesuai dengan kondisi atau keadaan petani dengan keterampilan yang mereka punyai, dan para petani mampu untuk menganalisa kebutuhan yang diusahakan dan juga bisa menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi, karena disini petani tersebutlah sebagai pemegang kemudi, kemana arah yang akan mereka tuju. Seandainya tersandung ditengah jalan disinilah petani bisa bekerjasama dengan pihak lain.

Dalam perancanaan pembangunan pertanian pelibatan petani penting sekali jangan sekali-kali mereka dijadikan objek karena rencana itu akan berjalan sia-sia dan merekalah sebagai subjek, maka disinilah peran penting para petani, pelibatan mereka secara langsung karena merekalah yang punya rencana dan tahu pasti keadaan lingkungan sekeliling mereka. Untuk pembangunan pertanian masyarakat tani harus dibantu supaya mereka punya rencana, maka dengan perencanaan tersebut petani mampu mengupayakan kegiatan yang dilaksanakan lebih maksimal untuk kesejahteraan petani. Selama ini pemerintah selalu mendominasi terlalu kuat dalam perencanaan tersebut dan tak pernah untuk melibatkan petani secara total sehingga mengakibatkan:

-Pembangunan tersebut tidak menyentuh pada kepentingan masyarakat tani.

-Masyarakat tani hanya sebagai pelaksana bukan memiliki progran tersebut.

-Masyarakat tani tidak mandiri karena selalu punya ketergantungan pada pihak luar

( pemerintah khususnya ).

Jadi sangat perlu petani memiliki rencana dan keterapilan, yang akan selalu menggali atau menambah wawasan petani, dan sebagai perbandingan dengan pihak luar dalam memulai suatu usaha dalam kegiatannya dan rencana yang mereka buat, sebagai mengurangi resiko yang dihadapi dalam usaha mereka.

Dalam pembangunan pertanian harus punya arah dan tujuan, harus bertujuan pada:

1. Pemberdayaan masyarakat tani.

Pemberdayaan masyarakat tani agar petani mampu dalam menganalisa keadaan sendiri agar tahu dimana letak kelemahan kegiatan yang di usahakan selama ini, maka petani mampu untuk berpikir apa yang akan mereka lakukan untuk masa yang akan datang dengan potensi yang dimiliki sesuai dengan keterampilan yang ada dan mengembangkan perilaku yang mampu membuat diri mereka untuk lebih mandiri.

2. Pembelajaran masyarakat tani.

Disini masyarakat tani harus dapat berbagi pengetahuan yang ada dari pengalaman yang dilakukandari serangkaian kegiatan yang telah dilalui, seandainya pengetahuan masyarakat tani belum ada, bisa minta bantuan atau bertanya pada dinas terkait atau ke sekolah lapangan yang ada sesuai dengan kegiatan yang direncanakan.

Pembangunan pertanian harus bermanfaat bagi petani tersebut sebagai proses belajar dan pemberdayaan bagi petani untuk bisa melihat secara langsung keadaan mereka sendiri dari potensi dan masalah yang ada, sehingga terdorong untuk mengupayakan pemecahan masalah dengan jalan keluar yang dapat mengembangkan potensi yang dimiliki melalui penyusunan rencana kegiatan sebagai program yang disusun yang akan dilaksanakan oleh mereka sendiri, dengan melaksanakan kegiatan itu terus menerus atau kontinyu yang berkelanjutan , maka petani mampu untuk menilai atau mengevaluasi hasil dari kegiatan yang mereka laksanakan sehingga petani dapat senantiasa untuk memperbaiki kekeliruan dalam kegiatan yang dilaksanakan untuk kegiatan selanjutnya.

Karena petani adalah subjek dalam pembangunan pertanian maka perannya dalam rencana yang mereka buat jadi mampu untuk mengakses kegiatannya untuk peningkatan kerjanya dan juga mempunyai daya kontrol untuk mengawasi untuk mengevaluasi kegiatan untuk produksi yang lebih maksimal, dalam pengembangan usaha yang dapat

meningkatkan produktifitas usaha tani, petani harus mampu memecahkan masalah-masalah dalam usahanya seperti masalah turunnya hasil produksi, masalah seranggan hama penyakit dan masalah pemasaran yang sering dihadapi, disini petani mampu untuk memanfaatkan lahan secara optimal pada lahan yang diusahakan jangan sampai ada lahan yang terlantar atau lahan mati.

Untuk peningkatan usaha tani petani harus mampu untuk memanajemen usaha yang dilakukan, dalam manajemen usaha perlu diperhatikan disni komitmen, perilaku, dan waktu suatu kegiatan usaha kerena manajemen merupakan seni yang akan membawa atau mengarahkan suatu usaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan karena kekeliruan diwaktu yang lampau selama ini yang dikerjakan. Kiat-kiat dalam manajemen suatu usaha harus mengetahui fungsi dari manajemen tersebut, seperti perencanaan usaha harus diketahuiapa yang akan dikerjakan atau yang mau diperbuat, seperti caranya bagaimana, lahannya dimana ( tempat atau lokasi ), yang akan diusahakan apa, siapa pelaku atau yang akan mengerjakan ( tenaga kerja ), kapan waktunya dan berapa biaya yang akan dibutuhkan dalam usaha yang dilakukan. Jelaslah dalam pelaksanaan usaha mengacu pada perencanaan manajemen, mengacu pada pertanyaan apa, siapa, dimana, kapan, bagaimana, dan berapa ?…Analisalah usaha yang direncanakan sebagai patokan kegiatan akan dilaksanakan dan seberapa layak usaha yang akan dilakukan, karena disini berapa keuntungan yang diperoleh dari rencana tersebut. Semoga sukses….

BUTTOM-UP SEBAGAI SOLUSI

BUKAN TOP-DOWN

Agribisnis adalah suatu sisten pertanian dimana petani tersebut mampu untuk mengelola hasil pertaniannya untuk dipasarkan sesuai dengan kebutuhan pasar, jadi disini ppetani dituntut untuk menjadi subjek bukan sebagai objek. Tapi sungguh pun yang diharapkan demikian dalan kontek kenyataan petani masih dihadapkan oleh banyak hal karena kurangnya imformasi pertanian yang menyentuh kekalangan petani bawah yang membuat lambatnya perkembangan tersebut untuk maju, jadi perlunya dukungan imformasi dari pihak luar dari kelompok tani tersebut baik berupa imformasi teknolgi, ilmu pengetahuan yang terbaru, ekologi tanah, termasuk kontroling terhadap tanaman yang sedang di tanam, ada lagi yang lebih penting dari semua itu adalah masalah permodalan, imformasi yang satu ini sangat minim kelompok tani dapatkan hanya kelompok tani yang sukses atau maju saja yang sering dapat bantuan modal. Apalagi untuk petani pemula tak akan dapat bantuan modal karena belum ada semacam kepercayaan dari pemerintah, karena belum solid untuk mengelola kelompok baik manajemennya maupum programnya yang masih ngambang, padahal kelompok pemula inilah yang sangat perlu bantuan baik moril maupun materil. Telah banyak kita jumpai kelompok yang hanya berdiri sesaat saja karena tak mampu menyelesaikan masalah interen kelompok termasuk masalah dorongan semangat dari dinas partanian dan masalah permodalan yan mereka punya sangat minim sekali, jadi otomatis program-program yang mereka buat selalu mandek, bahkan tak jarang mengalami kehancuran pada kelompok tersebut.

Karena negara kita mayoritas bergerak dibidang agribisnis maka perlu sekali kita perhatikan masalah diatas tersebut. Dan disini akan kita bahas bantuan modal pada kelompok tani baik pemula maupun yang sudah lama berdiri tapi perkembangan tak terlihat atau sangat lamban, jadi disini sangat perlu bantuan pemandu pertanian lebih intensif untuk memperhatikan atau lebih banyak kontrol pada kelompok petani pemula atau kelompok yang lamban majunya, agar kelompok ini jadi hilang begitu saja, di zaman sekarang petani jarang sekali bertahan menghadapi era globalisasi apalagi tak ditunjang dengan modal yang besar, jadi untuk membantu kelompok tani hanya dengan berkelompok, hanya kelompok tani yang mampu bertahan menghadapi era globalisasi nantinya, karena dengan cara berkelompok dan mampu menampakan jatidirinya dan solid menghadapi pergerakan pasar untuk menjual produknya.

Perlu diperhatikan oleh kelompok tani dalam memperoleh bantuan modal disini kelompok tani tersebut mampu bertahan untuk jangka tertentu, manejemen kelompok yang teratur, lahan kelompok yang dipunyai tak kurang dari dua hektar, dan rencana usaha kelompok yang mampu mendongkrak ekonomi anggota kelompok tersebut. Maka kelompok tani tersebut membuat proposal pengajuan kebutuhan modal pada dinas pertanian, proposal tersebut harus sampai ke pemerintahan kabupaten atau kota. Disini pemerintah sangat menuntut kelompok tani untuk bisa memenuhi kebutuhan yang belum bisa dipenuhi oleh kelompok tersebut yang disebut juga BUTTOM-UP.

Buttom-up suatu sistem bantuan yang mana kelompok tersebut yang menentukan kebutuh-kebutuhannya yang di laporkan pada pemerintah dengan rincian usaha atau kegiatan yang akan dilaksanakan dan seberapa banyak biaya yang dibutuhkan dalam melaksanakan kegiatan atau usaha yang direncanakan yang dikucurkan lansung pada kelompok yang bersangkutan tanpa ada perantara dalam penurunan dana tersebut, setelah ditinjau kegiatan atau usaha yang akan dilaksanakan tersebut apa memenuhi kriteria- kriteria yang disebutkan diatas, setelah dana tersebut turun akan dikontrol oleh Dinas pertanian secara kontinu. Selama ini pemerintah mengucurkan dana dengan sistem Top-down, dimana sistem ini mengucurkan dana tanpa perlu mengkaji kegiatan kelompok, kelompok hanya disuruh melakukan kegiatan usaha yang diprogram dari atas tanpa perduli apa kegiatan itu cocok untuk kelompok tersebut. Dalam sistem Top-down ini banyak sekali program pemerintah yang tak jalan karena kelompok merasa didikte untuk kegiatan yang kadang kala berlawanan dengan usaha kelompok yang sudah direncanakan yang membuat rencana kelompok tersebut yang seharusnya yang paling utama dilaksanakan jadi molor dan kadang kala sering menimbulkan keretakan dalam kelompok tersebut kerena anggota merasa dipermainkan. Jadi kalau membuat kelompok tani yang eksis dan solid buatlah rencana tindak lanjut, jadi untuk memulai kegiatan buatlah suatu kegiatan yang produktif untuk mengangkat kesejahteraan anggota, seberapa banyak anggota yang terlibat dalam usaha tersebut dan berapa dana yang dibutuhkan apa sanggup kelompok mendanai sendiri kegiatan tersebut atau butuh fihak ketiga sebagai pendana. Kalau kelompok butuh fihak ketiga sebagai pendana maka dikaji lagi apa pihak per bankkan, atau ada lembaga mikro yang sudah berdiri di tempat terdekat dengan kelompok tersebut atau dengan dinas pertanian yang akan menyalurkan dana kalau kegiatan kelompok tersebut sudah ditinjau dan memang layak utntuk diberi bantuan dana. Maka disini terlihat jelas kelompok tani sebagai subjek bukan sebagai objek.

11 Balasan ke Pendidikan dan Manajemen Pertanian

  1. Boer Simanagie mengatakan:

    Pengelolaan Sawah Tadah Hujan
    Lahan sawah tadah hujan (STH) negeri ini dengan luasan 2,1 juta ha dapat menjadi lumbung padi kedua nasional setelah lahan sawah irigasi. Namun, produktivitas lahan tersebut masih rendah, yaitu, sekitar 3-3,5 ton/ha. Alternatif strategi untuk memperbaiki produktivitas di lahan STH adalah melalui pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah Tadah Hujan. Potensi STH di Indonesia cukup luas tersebar di propinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Sulawesi Selatan dan NTB. Lahan sawah tadah hujan, pasokan airnya hanya tergantung dari curah hujan dan letak topografinya. Varietas unggul baru, seperti, Ciherang, Cibogo, Cigeulis, Way Apo Buru, Mekongga, dan Widas hampir semuanya cocok ditanam pada lahan sawah tadah hujan.
    Penanaman varietas tersebut dengan menerapkan model PTT, mempunyai peluang yang baik untuk menunjang peningkatan produksi padi secara nasional. Andaikan peningkatan hasil hanya mencapai 1 ton/ha saja, maka luasan 2,1 juta STH dapat menghasilkan 2 juta ton. Padahal potensi hasil pada STH bila menggunakan PTT dapat meningkat 2-4 ton/ha. Berdasarkan pengalaman penerapan model PTT padi sawah tadah hujan pada tingkat penelitian, meningkat 37%. Pada skala pengkajian meningkat 27% dan pada tingkat petani meningkat 16 %. Disamping itu hasil penelitian demplot model PTT padi sawah tadah hujan MH 2005/2006 di Sumedang dan Pati, masing-masing mencapai 6,08 t/ha dan 6,16 t/ha GKG. Tulisan berikut ini menceritakan tentang potensi lahan sawah tadah hujan, pendekatan model PTT padi lahan sawah tadah hujan, tahapan pelaksanaan PTT sawah tadah hujan yang biasanya cocok ditanami dengan padi gogo rancah, dan teknologi bubidaya padi gogo rancah dengan pendekatan PTT.
    File yang dimaksud terdiri dari 5 buah file jenis pdf, untuk mendownload, tinggal klik kanan dan save as.
    http://ngori.files.wordpress.com/2009/08/sawahtadahhujan1.pdf
    http://ngori.files.wordpress.com/2009/08/sawahtadahhujan2.pdf
    http://ngori.files.wordpress.com/2009/08/sawahtadahhujan3.pdf
    http://ngori.files.wordpress.com/2009/08/sawahtadahhujan4.pdf
    http://ngori.files.wordpress.com/2009/08/sawahtadahhujan5.pdf
    http://ngori.files.wordpress.com/2009/08/sawahtadahhujan6.pdf
    Jika kesulitan download saya akan kirimkan lewat email, mungkin tidak bisa dikirim sekali gus karena setiap file besarnya kurang lebih 500kb

    Panen Padi Empat Kali dalam Setahun
    Subang, Kompas – Balai Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertanian tengah mengembangkan sistem pertanaman padi yang bisa dipanen empat kali dalam setahun.

    Hal itu selain bisa meningkatkan pendapatan petani juga dapat mendongkrak produksi beras nasional.

    Menurut Kepala Balitbang Pertanian Gatot Irianto, penanaman padi empat kali dalam setahun dapat dilakukan dengan pendekatan sistem pertanaman intensif mulai dari pemilihan varietas, pengolahan lahan, pesemaian, hingga pemanenan.
    ”Caranya, dengan memperpendek waktu pengolahan lahan, pesemaian, dan pemanenan,” ujar Gatot, Jumat (24/4), seusai panen perdana padi dengan indeks pertanaman 400 atau padi tanam empat kali dalam setahun di lahan percobaan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Pusakanagara, di Subang, Jawa Barat.

    Pada panen perdana IP 400, produktivitasnya mencapai 7,1 ton gabah kering giling per hektar. Gatot optimistis sistem penanaman padi empat kali dalam setahun dapat diaplikasikan pada tingkat petani karena sistemnya tidak jauh berbeda dengan pola tanaman terpadu.

    Dengan menaikkan indeks pertanaman (IP), produksi beras nasional diharapkan meningkat tajam secara berkelanjutan.

    Sekarang ini, ada sekitar 800.000 hektar sawah beririgasi ”super” teknis yang berpotensi untuk ditanami padi empat kali dalam setahun. Lahan itu mendapatkan jaminan pasokan air secara terus-menerus sepanjang tahun dan terdapat di sekitar waduk di Jawa dan di luar Jawa.

    Selain sawah beririgasi ”super teknis”, sistem penanaman model yang sama juga bisa diaplikasikan pada lahan tadah hujan dan lahan yang pemanfaatannya masih belum optimal, atau IP masih rendah.

    ”Dalam setahun, musim hujan sekitar 4,5 bulan, pada lahan tadah hujan biasanya hanya bisa ditanami sekali. Dengan sistem ini memungkinkan ditanami dua kali. Padahal, luas lahan tadah hujan 2,5 juta hektar,” katanya.

    Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Hasil Sembiring mengatakan, pemilihan varietas untuk penanaman empat kali dalam setahun adalah varietas padi berusia sangat pendek atau kombinasi antara varietas umur pendek dan sangat pendek.

    Varietas padi yang masuk kategori umur pendek antara 105 dan 124 hari adalah Ciherang, Mekongga, Cigeulis, Cibogo, Way Apo Buru, Widas, Situ Patenggang, dan varietas sejenis.

    Adapun varietas umur sangat pendek, yakni 90-104 hari, antara lain Silugonggo, Dodokan, dan Inpari I.

    Untuk mempersingkat waktu, pesemaian dilakukan di luar lahan baku. Misalnya, dengan sistem culikan, pesemaian kering basah (persemaian di lahan kering maupun di luar areal tanam), dan pesemaian dapog, yang menggunakan media kotak.

    Pengolahan tanah dari mulai panen hingga lahan siap tanam, dilakukan dalam seminggu.

  2. Boer Simanagie mengatakan:

    Tanaman TERUNG

    Deskripsi
    Terung (Solanum melongena) merupakan tanaman setahun berjenis perdu yang dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 60-90 cm. Daun tanaman ini lebar dan berbentuk telinga. Bunganya berwarna ungu dan merupakan bunga yang sempurna, biasanya terpisah dan terbentuk dalam tandan bunga.
    Manfaat
    Buah terung sudah sangat dikenal masyarakat dan banyak digunakan sebagai lalap (sayuran segar) atau disayur. Hal ini disebabkan oleh rasa buah terung yang enak dan banyak mengandung vitamin.
    Syarat Tumbuh
    Terung sangat mudah dibiakkan karena ia dapat hidup di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 1.200 m dpl. Namun demikian, tanah itu harus memiliki cukup banyak kandungan bahan organik dan berdrainase baik. Selain itu, pH tanah harus berkisar antara 5-6 agar pertumbuhannya optimal.
    Pedoman Budidaya
    BENIH DAN PERSEMAIAN Benih terung sebaiknya disemaikan dulu sebelum ditanam pada lahan yang tetap. Pembuatan bedengan dan cara penyemaian terung tidaklah berbeda seperti perlakuan pada tomat. Hanya saja kebutuhan benih terung berbeda dengan benih tomat. Untuk lahan seluas 1 ha, diperlukan 500 g benih terung dengan daya kecambah 75070. Bibit terung berada di persemaian hingga berumur kurang lebih 1,5 bulan atau kira-kira telah berdaun empat helai. Setelah itu bibit terung sudah siap untuk dipindahkan di lahan penanaman. PENANAMAN Lahan penanaman disiapkan dan diolah terlebih dahulu, kemudian di bentuk bedengan. Bedengan dibuat selebar antara 1,2 – 1,4 cm dan panjang sesuai lahan. Kemudian bedengan dibuatkan lubang tanam masing-masing berjarak sekitar 60 cm. Jarak antarbarisan lubang tanam 70-80 cm. Setiap bedengan memuat dua barisan tanaman. Di antara bedengan, haruslah dibuat parit yang berfungsi sebagai jalan dan pembuangan air saat musim hujan. Hal ini penting dilakukan karena terung tidak tahan genangan air. Selanjutnya setiap lubang tanam diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 0,5-1 kg agar tanah cukup mengandung bahan organik. Setelah lahan disiapkan, sebaiknya bibit yang telah siap tanam dimasukkan secara tegak lurus ke dalam lubang tanam. Kemudian di sekitar lubang tanam disirami air agar tanah cukup lembap, tetapi tidak sampai tergenang.
    Pemeliharaan
    Setelah tanam, penyiraman dilakukan kembali setiap 3 hari sekali hingga saat berbunga. Ketika masa berbunga, penyiraman dilakukan 2 hari sekali. Namun, apabila penanaman dilakukan pada daerah kering, maka penyiraman dapat dilakukan lebih sering agar tanaman tidak layu kekeringan. Pemupukan pada terung dilakukan tiga kali, yaitu sebagai pupuk dasar, susulan I, dan susulan II. Pupuk dasar diberikan saat tanah mulai diolah, pupuk susulan I diberikan 7 -14 hari sesudah tanam, dan pupuk susulan II diberikan saat tanaman mulai berbunga. Dosis pemupukan bervariasi untuk setiap jenis terung dan jenis tanahnya, lihat pada Tabel berikut. WAKTU DAN DOSIS PEMUPUKAN TERUNG No Jenis pupuk Total Pupuk Dasar Pupuk susulan I II 1. Pupuk kandang 15 ton 15 ton 2. Urea 300 kg 100 kg 100 kg 100 kg 3. TSP 200 kg 200 kg 4. KCI 200 kg 200 kg Sumber : Rush Hukum, kk.,1990. Pemeliharaan selanjutnya seperti penyiangan dan pendangiran dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan. Namun, bila dirasa perlu, penyiangan dan pendangiran dapat dilakukan lebih sering. Tanaman terung memerlukan penyangga agar cabang lateralnya tidak raboh terkena angin atau hujan. Ajir dapat dibuat dari bambu atau kawat setinggi 60-90 cm.
    Hama dan Penyakit
    HAMA APHIS (KUTU DAUN) Serangan hama ini ditandai dengan mengerutnya daun karena mengering. Daunnya berwarna kuning. Pemberantasannya umumnya dilakukan dengan Basudin 40 WP dan Bayrusi125 EC. Tungau (Tetranychus) Serangan hama ini ditandai dengan pertumbuhan tanaman terung menjadi abnormal. Daun pucuk atau tunas yang terserang berubah menjadi keriput dan berwarna kuning. Hama ini menyerang daun dan cabang muda dengan cara mengisap cairan dalam jaringan tanaman. Pengendalian serangan dilakukan dengan menggunakan larutan Kalthene 0,2 %, Dimetoate (Rogor, Roxixon) 0,1 % atau larutan Sumithion 1:1.000 (18 cc dalam 15 liter air). PENYAKIT KARAT DAUN Serangan penyakit ini ditandai dengan adanya bercak-bercak kuning (blight) dan kanker pada daun maupun -tanaman. Penyebabnya adalah Phomopsis vexans (Sacc & Syd) Harter atau Diaphote vexans Gratz. Penyakit ini sulit diberantas. Untuk itu, sebaiknya pada awal penanaman digunakan Dithane M-45 berkonsentrasi 0,2-0,3 %. BUSUK AKAR Serangan penyakit ini ditandai dengan warna daun menjadi lebih hijau, lalu menjadi kuning, dan akhirnya mati. Penyebabnya adalah cendawan Yerticilium alboatrum yang menyerang akar dan pembuluh pada jaringan tanaman. Pencegahan serangan selanjutnya dengan menggunakan Dithane M-45 (0,2-0,3 %). Sebenarnya penyakit ini dapat dikendalikan dengan perlakuan tanah, antara lain fumigasi, drainase yang baik, dan rotasi tanaman.
    Panen dan Pasca Panen
    Umur terung yang dapat dipanen tergantung dari varietas yang ditanam. Namun, secara umum terung dapat dipanen sekitar 4 bulan atau 90 hari sejak semai. Selanjutnya selang seminggu sekali, buah terung dapat dipanen 6-7 kali. Dalam pemanenan, diperhitungkan pula lama pengangkutan sampai ke tangan konsumen. Sebaiknya terung yang dipetik adalah buah muda yang bijinya belum keras dan daging buahnya belum liat. Apabila pengangkutan memerlukan waktu lama, maka sebaiknya terung dipetik sebelum masak, tapi sudah tampak bernas (berisi). Waktu panen sebaiknya dilakukan saat pagi hari atau sore hari. Hindari waktu panen saat terik matahari karena dapat mengganggu tanaman dan membuat kulit terung menjadi keriput (kering) sehingga menurunkan kualitas.
    Source :.iptek.net.id

  3. comerabersatu mengatakan:

    trims banyak2 mak boer… dah melengkapi blog yang kami buat… kalau bisa mamak mengirim artikel dan lain2 yang berhubungan dengan pertanian biar bisa saling berbagi.. salam dari kami keltan comera bersatu….

  4. Boer Simanagie mengatakan:

    BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK
    Peduli kesehatan dan back to nature, ternyata mampu meningkatkan permintaan sayuran organik. Tingginya permintaan ini banyak datang dari kalangan menengah atas yang memilih sayuran organik daripada sayuran anorganik. kondisi demikian dikatakan Ketua Umum Masyarakat Pertanian Organik Indonesia, Dr. Zaenal Soedjais menjadi sebuah peluang usaha sangat bagus untuk dikembangkan. Bukan hanya petani sayuran organik yang mengalami lonjakan permintaan, produsen pupuk dan pestisida organik, penjual bibit hingga pedagang eceran sayuran organik akan mengalami hal serupa. Apalagi permintaan sayuran organik pun banyak datang dari luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Eropa dan Amerika. Tentu hal ini membuka peluang bagi petani sayuran organik untuk melakukan ekspor ke negara-negara tersebut. Tetapi masalahnya, kata Soedjais untuk memenuhi permintaan di dalam negeri saja petani sayuran organik sudah kewalahan sehingga untuk sementara orientasi pasar ekspor dilupakan.
    Diakuinya, target pasar yang memungkinkan saat ini adalah supermarket. Namun karena permintaan supermarket biasanya sangat besar sedangkan rata-rata produksi petani organik masih terbatas, maka banyak petani ber-partner dengan supplier sayuran organik yang lebih besar. Melalui supplier ini, sayuran organik yang segar itu dipasok ke supermarket atau memenuhi permintaan ekspor.
    Menurut Soedjais, inti budidaya organik yakni budidaya yang bebas dari residu bahan anorganik (kimia) mulai dari pembukaan lahan, pemupukan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, penggunaan pestisida sampai penanganan pasca panen. Pakar Hortikultura Dr.Ir Anas D Susila, MSi sekaligus Kepala University Farm mengatakan budidaya sayuran organik yang paling menguntungkan adalah sayuran daun (leave vegetable) daripada sayuran buah. Pasalnya, teknik pemeliharaan sayuran daun lebih mudah, murah, dapat ditanam dimana saja dan siklus perputaran produksinya cepat. Hal inipun diakui Santoso Kurniawan, pemilik Pa Tani Organik yang menanam berbagai sayuran daun di Desa Cibeureum Bogor, Jawa Barat. “Budidaya sayuran daun hanya perlu waktu 3 minggu sudah bisa dipanen sehingga perputaran usaha lebih cepat,” papar Putro. Sedangkan sayuran buah hanya bisa tumbuh dengan baik dilahan tertentu karena memerlukan unsur hara lebih tinggi. Lahan demikian biasanya ditemui didataran tinggi seperti kawasan Puncak Bogor, Lembang Bandung, serta Malang Jawa Timur.
    Bisa Dilahan Sempit
    Menurut Anas, pada dasarnya berbudidaya sayuran organik bisa dilakukan dimana saja asalkan tanahnya subur. Sayuran seperti bayam, sawi, katuk, pak choy, caisim, selada, kangkung dan kemangi adalah sayuran paling menguntungkan jika dibudidaya. Menariknya lagi, budidaya sayuran pun bisa dilakukan dilahan sempit seperti pekarangan yang berukuran tidak begitu luas. Namun jika untuk skala usaha lahan seluas 1 hektar masih kategori sempit.
    Budidaya sayuran organik dilahan sempit pun bisa dilakukan ibu-ibu rumah tangga hanya dipekarangan rumah. Sayuran musiman yang bisa cepat panen seperti bayam, kangkung, selada, pakcoy, caisim bisa jadi pilihan. Jika tak mau repot mengolah lahan, penanaman sayuran organik bisa ditanam dalam polybag, kaleng bekas, baskom atau ember yang disusun berjejer di rak bertingkat yang terbuat dari kayu. Dengan media tanam campuran tanah dan kompos 1:1 serta penyiraman 2 kali sehari, sayuran tersebut bisa dipanen dalam waktu 3 minggu. Untuk mendapatkan bibit sauyuran organik ini bisa diperoleh di petani sayuran organik, toko pertanian, atau menyemainya sendiri.
    Harga 3 Kali Lipat
    Besarnya permintaan sayuran organik menyebabkan harga sayuran ini jauh lebih tinggi. Harganya bisa 3 kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan harga komoditi sayuran anorganik. Hal itu diungkapkan Soedjais, dan dibenarkan Tri Judadmadji pemilik Agro Lestari Organik. Kendati sejak mengubah haluan menjadi petani sayuran organik, produksinya menurun 30-40% namun biaya produksinya berupa pembelian pupuk dan pestisida juga menurun 30-40%. Tak pelak keuntungan yang Ia peroleh cukup besar lantaran harga jual sayuran organik bisa 3 kali lipat. Misalnya saja buncis anorganik dijual dengan harga Rp.2.500/kg sedangkan organik Rp.7.500 – 8.000/kg.
    Untuk memperoleh keuntungan lebih besar, cara berikut bisa diterapkan. Pertama, pilih sayuran yang cepat panen misalnya sayuran baby (baby caisim, baby pak choy) yang hanya berumur 1 minggu. Kedua, pupuk dan pestisida sebaiknya dibuat sendiri. Ketiga, pilihlah sayuran kualitas baik dan lalu diberikan dan dikemas denga packaging yang menarik lengkap dengan label produk dan barcode-nya. Yang perlu diingatsetiap proses produksi dilaksanakan benar-benar secara organik. Karena tak jarang konsumen, supplier atau supermarket berani bayar tinggi tidak hanya melihat hasil produknya tetapi juga melihat proses produksinya.
    Kendala Usaha
    Kendati usaha sayuran organik sangat menguntungkan namun bukan berarti tanpa kendala. Menurut Tri, serangan hama penyakit sering mengurangi jumlah produksi. Untuk itu penggunaan pertisida organik juga mampu mencegah serangan penyakit seperti ulat, kepik, atau kutu. Selain itu bisa juga mencegah serangan hama menggunakanscreen/kelambu untuk menghalau hama.
    Sementara itu apabila pengolahan tanah dilakukan secara organik biasanya tanaman jarang terkena serangan hama. Tanah harus digemburkan dan diberi kompos yang terbuat dari kotoran hewan da rerumputan yang dicampur dan didiamkan selama 2 bulan. Namun untuk mempercepat proses pengomposan bisa ditambahkan bakteri (EM4). Teknologi ini merupakan teknologi terbaru dibidang pertanian dengan proses dekomposisi selama composting oleh bakteri seperti Aktinomycesnaeslundii, Lactobacillus species delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi dan jamur serta Cellulolytic Bacillus. Sementara itu ada pula mikroorganisme Mikoriza yang membantu pengikatan unsur hara agara tanaman lebih banyak menyerap unsur hara.
    Selain menyemprotkan pestisida alami buatan Ia memakai sistem cropping tanaman yakni 1 lahan tanah ditanami lebih dari 1 jenis sayuran. Namun untuk menjaga kesuburan tanah, akan lebih baik bila dilakukan pola rotasi penanaman. Misalnya dari 1 bedeng ditanami caisim setelah panen kemudian ditanami bayam, kemudian kangkung dan terong dan seterusnya.
    Jika petani mampu menerapkan pertanian organik sepenuhnya, dan mengatasi kendala yang bisa menghalangi perkembangan usaha, dari usaha bididaya sayuran organik ini bisa menghasilakan 0mset hingga Rp.10 juta dengan tingkat keuntungan lebih dari 50%. Kabar baiknyausaha ini bisa kembali modal dalam waktu 1 bulan terutama untuk budidaya sayuran daun. Menarik bukan ?
    http://infobisnisukm.wordpress.com

  5. comerabersatu mengatakan:

    Trimakasih ya mamak…. dah beri artikel sebagai acuan dan pemberi semangat dalam pertanian… mudah-mudahan kita bisa menuju pertanian organik yang ramah lingkungan, juga lebih sehat dan irit biaya dalam pengolahan pertanian..

  6. Boer Simanagie mengatakan:

    PRIMBON PERTANIAN
    Kiat ini dikutip dari kitab Mujarrabat Imamiyah. Kitab kumpulan amalan dan doa-doa yang telah ditajrib (dieksperimen) oleh banyak orang. Semoga kiat ini dapat membantu para petani dan saudara kita yang bergerak di bidang Argo Bisnis. Semoga dengan kiat ini pertanian kita diselamatkan dari hama, subur, melimpah dan penuh berkah.

    Kiat ini sudah banyak yang membuktikan. Teman-teman di Jawa Timur juga telah membuktikannya. Alhamdulillah berkat kiat ini mereka berhasil, dan pertanian mereka terjaga dari hama saat pertanian yang lain terkena hama. Tentu kiat ini harus diiringi dengan keyakinan yang kuat terhadap pertolongan Allah swt Yang Maha Dermawan, dan disertai niat yang baik dan ikhlas karena Allah swt

    Kiat dan Doa ini diajarkan oleh salah seorang kekasih Allah dari keturunan Rasulullah saw, yaitu Imam Muhammad Al-Baqir (sa). Imam Muhammad Al-Baqir adalah putera Ali zainal Abidin bin Husein (sa).

    Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Jika kamu hendak bertani atau menanam suatu tanaman, maka hendaknya kamu mengambil segenggam bibit dengan tanganmu sendiri. Kemudian menghadap ke kiblat sambil membaca ayat Al-Qur’an surat Al-Waqi’ah: 64, yang artinya:
    A antum tazra`ûnahu am nahnuz zâri`ûn.
    “Apakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkannya?”

    Kemudian membaca doa berikut:

    Allâhummaj`alhu hartsan mubârakan, warzuqnâ fîhis salâmata wat-tamam, waj`alhu habban mutarâkibâ, walâ tahrimnî khayra mâ abtaghî, walâ tafuttanî bimâ matta`tanî bihaqqi Muhammadin wa âlihith thayyibînath thâhirîn.

    Ya Allah, jadikan bibit ini membuahkan hasil pertanian yang penuh berkah, karuniakan pada kami dalam pertanian ini keselamatan dan kesempurnaan. Jadikan bibit ini keberhasilan yang melimpah. Jangan halangi aku dari kebaikan yang aku harapkan, dan jangan binasakan aku dengan karunia yang Kau anugrahkan padaku, dengan hak Muhammad dan keluarganya yang baik dan suci.

    Kemudian taburlah atau tanamlah bibit yang ada dalam genggaman tanganmu itu, insya Allah tanamanmu akan berhasil.”
    (Mujarrabat Imamiyah: 24)

    Catatan: Ketika mengambil bibit hendaknya dimulai dengan membaca Basmalah dan shalawat, usahakan dalam keadaan suci dari hadas besar dan kecil.
    http://www.alfusalam.web.id

  7. comerabersatu mengatakan:

    mungkin hal-halseperti mungkintelah banyak di lupakan oleh masyarakat kita saat ini jadi dengan tulisan yang mamak kirim ke blog ini budaya berdoa dan berusaha selalu dilaksanakan oleh di mayarakat kita di bidang apapun biar lebih berdaya guna dan bermanfaat dalam menikmati kurnia dan nikmat yang di berikan ALLAH SWT kepada kita…amieennnnn……………

  8. komera mengatakan:

    PUPUK AIR LIUR
    Fuad Affandi :

    Jika Anda baru bangun tidur, jangan buru-buru menggosok gigi Anda, tapi segeralah berkumur-kumur. Jika sudah berkumur-kumur, jangan buru-buru membuangnya pula, tapi siramlah sejumput kotoran. Siapa tahu, nanti bisa menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman Anda.

    Pernyataan itu bukan isapan jempol belaka,melainkan benar-benar nyata. Meskipun nampak absurd dan menjijikkan. Adalah Fuad Affandi yang menemukan keajaiban tersebut, pupuk alami berbahan liur bacin manusia. Penemuan itu berawal dari ide yang begitu simpel, hingga tak terpikirkan orang lain. Idenya terpantik, waktu Fuad berpikir cara untuk mempercepat pembusukan kotoran-kotoran hewan (sapi, ayam, kambing) yang akan dijadikan pupuk kandang. Proses penghancuran dan pembusukan kotoran-kotoran hewan tadi, normalnya membutuhkan waktu dua hingga empat bulan. Lantas, bagaimana cara mempercepat pembusukannya?

    Jawabannya ternyata ada di perut manusia. Bakteri penghancurnya itu lho yang ampuh mempercepat proses pembusukan makanan. Logika Fuad sederhana pula. “Buktinya, hari ini kita makan, besok keluar sudah busuk,” tukas alumni Pesantren Lasem, Jawa Tengah ini. Penemuan Fuad ini menarik. Pasalnya, Fuad sama sekali tak berlatarbelakang pendidikan perguruan tinggi, pun ia bukan seorang ahli bioteknologi. Ia hanya seorang kiai yang mengasuh kira-kira 300 santri. Kejelian menangkap kejadianlah yang memberinya inspirasi.
    Apa yang dikatakan Fuad bisa dibuktikan secara ilmiah. Menurut peneliti Laboratorium Mikrobiologi Universitas Padjajaran, Bandung, dalam air liur memang terdapat empat macam bakteri: Saccharomyces, Cellulomonas, Lactobacillus, dan Rhizobium. Bakteri-bakteri ini hidup di lambung manusia. Tak kurang akal, Fuad tahu cara mendapatkan bakteri ini. Kebiasaan makhluk renik itu, kalau tidak ada makanan masuk dalam waktu cukup lama, mereka akan naik menyantap sisa-sisa makanan yang berada di rongga mulut. Karena saat tidur tidak ada makanan yang masuk. Dalam keadaan inilah bakteri-bakteri tersebut berkumpul di mulut. Sudah tahu cara mendapatkannya, Fuad lantas memerintahkan santrinya yang berjumlah 300 orang untuk membuang cairan hasil kumur-kumur pertama sehabis bangun tidur ke dalam kaleng yang telah disediakan di depan penginapan santri.
    Selanjutnya Mikroorganisme dalam air liur itu dibiakkan dengan tambahan molase (gula), dedak, dan pepaya ke dalamnya. Beberapa hari kemudiannya, liur para santri tersebut berubah menjadi cairan kental berwarna keruh. Baunya pun berubah wangi. Tak lagi berbau “naga”, tapi berbau sebaliknya cokelat. Dan jika sudah demikian itu berartinya bakteri berbiak dengan subur. Fuad lantas menyiram cairan pekat (bakteri) trsebut ke kotoran ternak dan jerami yang sedang diperam. Hasilnya dahsyat. Tak perlu berlam-lama lagi hanya dalam tiga hari kotoran ternak itu hancur lebur dan membusuk. Dan jadilah pupuk kandang siap pakai. Penemuan Fuad ini punya nama, ialah Mikroorganisme Fermentasi Alami disingkat MFA, bisa diplesetkan pula menjadi Mikroorganisme Fuad Affandi. Khasiat MFA ada beberapa ragam, di antaranya: mempercepat ketersediaan nutrisi tanaman, mengikat pupuk, dan unsur hara, serta mencengah erosi tanah.

    Tulisan ini dikutip dari buku:
    “30 Tokoh Penemu Indonesia”
    Penulis: Lilih Prilian Ari Pranowo

  9. Boer Sima mengatakan:

    SELASIH PENGENDALI LALAT BUAH

    PENDAHULUAN

    Lalat buah (Bactrocera spp.) merupakan salah satu hama yang sangat ganas pada tanaman hortikultura diantaranya mangga, belimbing, jambu, nangka, semangka, melon, pare, cabai, dll. Akibat serangan hama ini menyebabkan rendahnya produksi dan mutu buah. Hal ini dapat menurunkan daya saing komoditas hortikultura Indonesia di pasar dalam dan luar negeri.
    Ada beberapa cara pengendalian lalat buah yang dianjurkan, diantaranya yaitu : pembungkusan buah, pengasapan, sanitasi kebun, dengan perangkap/atraktan, dan penggunaan pestisida kimia. Namun dalam pelaksanaannya masih sulit, belum sepenuhnya dilakukan petani kita.
    Penggunaan pestisida kimia sering menjadi tumpuan dalam pengendalian lalat buah, namun dirasa kurang bijaksana karena menimbulkan dampak negatif antara lain terhadap kesehatan manusia dan lingkungan hidup. Oleh karena itu perlu dicari cara pengendalian yang lebih aman dan akrab lingkungan diantaranya dengan menggunakan pestisida nabati. Salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati untuk pengendalian lalat buah adalah tanaman selasih (Ocimum sp.).
    Laboratorium BPTPH Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengembangkan dan memproduksi minyak selasih yang mengandung Methyl Eugenol (ME) bahan penarik atau pemikat hama lalat buah jantan.
    CIRI TANAMAN SELASIH

    Selasih (Ocimum sp.) merupakan tanaman semak semusim dengan tinggi antara 80 – 100 cm. Batang berkayu segi empat, berbulu berwarna kecoklatan. Daun tunggal bulat lancip, tepi bergerigi, panjang daun 4 – 5 cm dan lebar 6 – 30 mm. Bunga berwarna putih atau ungu. Tanaman mudah tumbuh di ladang atau di tempat terbuka lainnya.
    Tanaman selasih mengandung minyak asiri, saponin, flavanoid, tanin, dan senyawa geranoil, methyl eugenol (ME), linalol serta senyawa lain yang bersifat menguap.Minyak selasih dilaporkan mengandung ME >65%.

    CARA PENGGUNAAN SELASIH
    Untuk menarik/mengendalikan lalat buah, selasih dapat dimanfaatkan secara langsung atau disuling dulu untuk mendapatkan minyaknya.
    Penggunaan secara langsung caranya : 1) daun selasih 10 – 20 helai dibungkus dengan kain strimin, kemudian diremas-remas, lalu masukkan ke dalam perangkap; 2) daun selasih dicincang dengan pisau 2 – 3 cm, selanjutnya dibungkus kain strimin dan dimasukkan pada alat perangkap; 3) tanaman selasih digoyang-goyang, lalu lalat buah dijaring setelah kumpul.

    PENYULINGAN SELASIH
    Untuk mendapatkan minyak selasih dilakukan dengan cara penyulingan.
    Proses Pembuatan Minyak :
    Tanaman selasih segar atau dilayukan selama 3 hari
    Ketel/panci diisi air kira-kira 2/3 bagian dari ayakan/saringan
    Masukkan bahan selasih ke dalam panci/ketel diatas saringan dan panci/ketel ditutup
    Kompor dihidupkan
    Setelah air mendidih proses penguapan terjadi segera alirkan air ke ketel pendingin melalui lubang masuk untuk kondensasi sehingga terjadi pengembunan
    Penyulingan sekitar 4 – 5 jam tergantung jumlah bahan dan air
    Air minyak ditampung dengan alat dan selanjutnya antara air dan minyak dipisahkan dengan spait.

    PEMASANGAN PERANGKAP
    Penggunaan minyak selasih sebagai penarik lalat buah dilakukan dengan cara meneteskan pada kapas yang digantungkan pada kawat di dalam botol perangkap. Botol perangkap digantung pada tiang setinggi 1 m jika digunakan pada tanaman hortikultura semusim di sawah. Jika pada pohon buah digantung pada cabang ketinggian 2 – 3 m. Pemasangan perangkap dimulai sejak tanaman berbunga sampai panen. Jumlah perangkap per hektar sekitar 20 buah, dengan jarak pemasangan sekitar 20 m. Setiap satu bulan kapas ditetesi minyak selasih lagi.

  10. alfata mengatakan:

    KAMI PENGELOLA KELOMPOK TANI TUNAS PANDAN,,,,
    TOLONG KIRIMIN CONTOH AD/ART KELOMPOK TANI, KLO ADA YG BERHUBUNGAN DG : 1.PERKEBUNAN; 2.PETERNAKAN; 3.PERTANIAN.
    TERIMAKASIH…
    ATAU BISA HUB. 08115806373

  11. Fitriza mengatakan:

    Salam
    ini Fitriza Ketua Kelompok Tani Mutiara indah Sejahtera Dari Bandung Jawa Barat
    kami baru dibentuk satu tahun dari tahun 2010 mohon bimbinganya dalam menyusun AD/ART terimakasih
    e-mail rizalfsa@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: